Penggunaan nama 'mobil murah ramah lingkungan' untuk Agya-Ayla serta
Brio Satya dan Datsun GO yang keduanya masih berstatus prototipe
diposisikan sebagai mobil hemat bahan bakar karena standar penggunaan
mesin berkapasitas 1.000 cc hingga 1.200 cc.
Syarat hemat bahan bakar pun dipatok pada angka minimal 20 km per
liter. Namun, Menteri Perindustrian (Menperin) di IIMS 2013 mengatakan
bahwa bagaimanapun konsumen harus realistis.
"Masyarakat tahunya mobil ini hemat 20 km/liter. Tapi pada pengujian
10 km/liter. Ya kalau macet sudah pasti di bawah itu," sergahnya.
Dalam penggunaannya pun, konsumen mobil murah ramah lingkungan yang
sudah mulai diperkenalkan ke publik diharuskan menggunakan bahan bakar
sekelas pertamax.
Namun tidak bisa dipungkiri, konsumen pun akan menggunakan bahan
bakar dengan ukuran RON di bawah 92 atau menggunakan bahan bakar minyak
(BBM) premium.
Menteri Perindustrian dalam hal ini juga menekankan bahwa hal itu
tergantung konsumen. Namun jika terus menggunakan premium, mobil LCGC
akan rusak karena pada dasarnya sudah didesain untuk BBM RON 92.